Bima, Sangiangpost. Id_ Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional ke-XXXI tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) usai diselenggarakan.
Qoriah asal Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, NTB, Khaerunnisa, menyabet juara 1 pada cabang qira’at mujawwad dewasa PI.
Prestasi tersebut sekaligus merupakan kebanggaan bersama bagi kita semua sehingga patut diberikan apresiasi oleh pemerintah daerah.
Namun, realita yang terjadi, Qoriah kelahiran Kecamatan Sape itu harus gigit jari karena tidak disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima.
Seperti halnya dilakukan pemerintah kabupaten dan kota lainnya, pemerintah setempat menyambut Qori atau Qoriah berprestasi bahkan menjamu dengan baik ibarat tamu kehormatan.
Mestinya, Qoriah membanggakan itu harus disambut gegap gempita bukan diabaikan. Apalagi pada Oktober mendatang sang jawara tersebut akan bertolak ke Malaysia menjadi wakil resmi Indonesia di ajang MTQ Internasional Kuala Lumpur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu pembina Qori dan Qoriah yang enggan disebut namanya, Rabu (23/9/2026), membenarkan Khaerunnisa tidak diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, mestinya saat tampil harus ada perwakilan pemerintah yang ikut hadir untuk memberikan semangat sekaligus mendukung secara langsung, seperti halnya dilakukan pemerintah kabupaten/kota lainnya.
“Perhatian Pemkab Bima tidak ada, mereka hanya mau terima enak dan berbangga saja. Mestinya, Khaerunnisa disambut di bandara kemudian dijemput dengan mobil dan diarak hingga ke kediamannya,” ujar pembina itu.
Masih kata pembina Qori dan Qoriah itu, slogan pemerintah kabupaten bima membumikan Al-Qur’an, mencetus generasi Qurani dan lainnya hanya pepesan kosong karena fakta di lapangan jauh bumi dan langit.
“Kami sangat kecewa, mestinya Khaerunnisa diperhatikan, disambut dengan baik bukan diabaikan,” kesalnya.
Qoriah Khaerunnisa, membenarkan tidak ada penyambutan dari pihak Pemkab Bima. Tapi sebelum ke Bima mengikuti kegiatan penyambutan pihak Pemerintah Provinsi NTB dan disambut langsung oleh Bapak Gubernur.
“Saat di Mataram disambut oleh Bapak Gubernur. Dan LPTQ NTB menyediakan tiket bus ke Bima,” ucap yang biasa disapa Unas itu.
Sambung Unas, iya tetap semangat untuk mengasah kemampuan menghadapi MTQ tingkat Internasional di Kuala Lumpur pada Oktober mendatang.
“Saya biasa aja Om, yang penting diperhatikan oleh Allah SWT. Karena segala sesuatu atas takdir Allah SWT,” pungkasnya.
Pemerintah Desa (Pemdes) Rasabou ikut bangga dengan prestasi yang diraih Khaerunnisa, seperti kebiasaan sebelumnya memberikan uang tunai sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengharumkan nama desa.
“Dulu kita sambut Khaerunnisa di kantor desa, sekarang kita tidak tahu kepulangannya. Sehingga akan mendatangi rumahnya untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan,” singkat Kades Rasabou.
Sementara pihak Pemkab Bima melalui Kabag Kesra belum dapat dikonfirmasi. Dihubungi via seluler tidak tersambung. (Oyan)
