Mataram, Sangiangpost. Id_ Tahun 2026 Pemerintah pusat memangkas Dana Desa (DD) secara signifikan.
Hal tersebut menjadi tantangan baru bagi Kepala Desa (Kades) dalam menjalankan roda pemerintahan.
Bagi Kades yang mampu menyesuaikan diri, masalah pemotongan Dana Desa justru menjadi motivasi untuk mencari penambahan anggaran untuk memajukan desa.
Seperti halnya, Kades Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, (Yusuf Azis, red), Ia sangat bersyukur karena di tahun 2026 ini mendapat kucuran anggaran sebesar Rp. 300 juta yang bersumber dari Pemerintah Provinsi NTB.
“Mewakili masyarakat Desa Nggembe, saya bersyukur dan menyampaikan terimakasih kepada Pak Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. Karena di tahun 2026 ini Pemerintah Provinsi NTB membantu tambahan dana sebesar Rp. 300 juta,” ucap Yusuf Azis, melalui Whatsapp nya, Jumat (17/4/2026).
Kata Yusuf Azis, sebanyak 257 desa dan kelurahan mendapat kucuran dana tambahan masing-masing sebesar Rp. 300 juta.
Sebelumnya para Kades diberikan pengarahan langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia dan Kepala Badan Pusat Statistik di Ballroom Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (16/4/2026).
“Kita mendapat arahan berkaitan dengan program-program kementerian dan penguatan implementasi data sebagai basis perencanaan pembangunan,” tuturnya.
Agenda tersebut, lanjut Kades, sebagai penguatan tentang program kementerian, fokusnya ada tiga sektor. Yakni ketahanan pangan, Pariwisata dan kelestarian lingkungan.
“Dana ini sangat membantu kami untuk mempercepat program pemberdayaan masyarakat dan infrastruktur desa,” ungkap Kades Nggembe.
Kegiatan audiensi para Kades yang dirangkaikan dengan kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia itu, juga diisi dengan penyerahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) secara simbolis oleh Pemerintah Provinsi NTB Tahun 2026. (*)
