Diduga Malpraktek, BLUD Puskesmas Bolo Dilapor ke Polisi

Berita2401 Dilihat

Bima, Sangiangpost. Id_ Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas Kecamatan Bolo resmi dilaporkan ke Mapolres Bima, Senin (21/4/2025).

Laporan tersebut terkait dugaan Malpraktek terhadap korban Arumi umur 1,2 tahun asal Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

“Saya sudah laporkan terkait dugaan Malpraktek terhadap cucu saya,” ujar Aidin selalu kakek korban.

Aidin mengungkapkan, cucunya dibawa ke Puskesmas Bolo karena demam dan batuk. Kemudian dipasangin infus di tangan korban hingga menyebabkan infeksi.

“Tangan korban bengkak dan bernanah hingga ke lengan,” ungkapnya.

Setelah tiga hari rawat di Puskesmas Bolo, korban dirujuk ke RSUD Sondosia selama dua hari. Karena tak ada perubahan akhirnya korban dirujuk ke RSUD Bima dan dilakukan operasi tangannya.

“Usai dioperasi, kita disarankan ke Rumah Sakit Provinsi NTB untuk memastikan jari-jari korban berfungsi dengan baik,” terangnya.

Sementara itu, keluarga korban lainnya, Abdurrahman SPd menyesalkan tindakan medis pihak Puskesmas Bolo. Ia menduga bahwa Puskesmas Bolo melakukan Malpraktek terkait pelayanan balita ini. Karena dilihat dari gelaja dan infeksi di tangan korban.

“Kita menduga pembengkakan di tangan korban karena salah tusuk jarum infus dan pembuluh darahnya sobek,” katanya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa jarum suntik yang digunakan diduga untuk orang dewasa, bukan balita dan anak.

“Dugaan kita jarum atau aboke digunakan untuk orang dewasa kalau dilihat dari gejala dan bengkaknya tangan korban,” ujarnya.

Terkait persoalan tersebut, ia berharap kepala pihak kepolisian segera memproses Kepala BLUD Puskesmas Bolo atas kebobrokan pelayanan setempat hingga tangan korban bengkak dan bernanah.

Kapolsek Bolo, IPTU. Nurdin, membenarkan keluarga pasien asal Desa Tambe itu telah melaporkan ke Mako Polres Kabupaten Bima terkait dugaan Malpraktek yang dilakukan pihak Puskesmas Bolo.

“Iya, tadi pagi kasus dugaan Malpraktek di Puskesmas Bolo dilapor ke Polres Kabupaten Bima,” ucap Nurdin.

Kata Kapolsek, sebelumnya keluarga pasien hendak menghadang jalan akibat tidak ada kejelasan dari pihak Puskesmas Bolo terkait kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan di TKP, selain hadang jalan pihak keluarga bocah asal Tambe itu hendak menyegel Puskesmas Bolo sebagai bentuk kekecewaan atas sikap apatis manajemen Puskesmas Bolo.

“Berdasarkan berbagai pertimbangan, pihak keluarga pasien sepakat melapor ke Polres. Yakni untuk menghindari terjadi hal- hal yang tidak diinginkan,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala BLUD Puskesmas Kecamatan Bolo, Nurjanah SKep yang di konfirmasi via seluler menyampaikan saat ini sedang menjenguk pasien asal Desa Tambe itu.

“Nanti Pak Wartawan, sekarang lagi jenguk pasien atas nama Arumi itu,” tutupnya. (Oyan)